Supriyanto

Penjaga Populasi, Penyelamat Alam

BERDEDIKASI dalam bidang konservasi dan pengelolaan sumber daya alam, drh. Supriyanto, lahir di Purwosari pada 31 Maret 1965.

Ia tercatat memberikan kontribusi yang berharga dalam bidang konservasi alam sejak awal kariernya.

Dia terlibat dalam berbagai proyek konservasi, termasuk konservasi badak Sumatera dan survei populasi badak di Taman Nasional Kerinci Seblat. Selain itu, ia juga menjadi tenaga medis di Pusat Latihan Gajah Seblat dan kemudian bergabung dengan BKSDA.

Pada tahun 1992 hingga 1996, Supriyanto memulai karirnya dengan bergabung dalam Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu sebagai Tenaga Medis. Dia kemudian menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sub BKSDA tersebut.

Setelah itu, dari tahun 2001 hingga 2006, Supriyanto menjabat sebagai Staf BKSDA Jawa Timur 1 di Surabaya. Di sini, tanggung jawabnya meliputi pengelolaan penangkaran rusa dan satwa lainnya, serta melakukan monitoring terhadap lembaga konservasi dan penangkaran di wilayah tersebut.

Pada periode 2006 hingga 2014, Supriyanto menduduki posisi penting dalam Manajemen Pengelolaan Balai Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, serta sebagai Kepala Satuan Pengelola TN (SPTN) Wilayah 1 di Pembuang Hulu, Seruyan. Di sini, fokusnya adalah pada pengelolaan konservasi orangutan Sumatera dan budidaya gaharu.

Selanjutnya, dari tahun 2017 hingga 2019, Supriyanto menjabat sebagai Kepala Bidang Teknis di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan di Makassar.

Di posisi ini, dia memimpin pengembangan kolaborasi dalam pengelolaan wisata bersama masyarakat.

Saat ini, sejak tahun 2019 hingga sekarang, Supriyanto berperan sebagai Kepala Balai TN Bogani Nani Wartabone di Kotamobagu.

Fokusnya adalah pada penguatan prinsip pengelolaan taman nasional, pengembangan potensi baru, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pendidikannya ditempuh di IPB University pada tahun 1985/1986 melalui Tahap Persiapan Bersama, Supriyanto lalu mulai berfokus studi di Fakultas Kedokteran Hewan IPB University.

Ia berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran Hewan pada tahun 1991, dan di tahun yang sama melanjutkan Program Profesi Dokter Hewan dan lulus tahun 1992.

Berbagai penghargaan ia terima seperti Satya Lencana Karya Satya 10 tahun pada tahun 2007 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Satya Lencana Karya Satya 20 tahun pada tahun 2020 dari Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya itu, kontribusinya dalam pengelolaan lembaganya juga sangat diakui. Pada tahun 2021, unit pelayanan di bawahnya berhasil meraih predikat "Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi" (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Sementara pada tahun 2022, satuan kerja di bawahnya kembali mendapatkan penghargaan dengan meraih predikat "Zona Integritas Menuju WBK" dari Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE).

Di samping itu, penghargaan juga diberikan kepada kelompok masyarakat yang menjadi binaan Balai TN Bogani Nani Wartabone.

Pada tahun 2021, berkat peran Supriyanto kelompok Tani Hutan Gunung Lanying ikut didorong mendapatkan Anugrah Konservasi Alam, sedangkan pada tahun 2022, pemegang Izin Pemanfaatan Air (IPA) juga turut meraih penghargaan serupa. *

Tinggalkan Komentar