Merajut Perlindungan Sosial, Menguatkan Kehidupan
Steisianasari Mileiva, M.Sc., atau yang akrab disapa Steisi, adalah salah satu sosok inspiratif alumni IPB University yang kini berkarya di panggung internasional. Lulus dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB University, Steisi melanjutkan studinya ke Belanda dan meraih gelar Magister yaitu M.Sc. Development and Rural Innovation dari Wageningen University. Perjalanan akademiknya memperkuat dirinya untuk menjadikan perlindungan sosial sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih adil.
Cerita perjalanan pendidikan Steisianasari Mileiva patut menjadi inspirasi, dimulai dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) tempat ia meraih gelar BSc. Food Science and Technology (2002-2006) dengan predikat Cum Laude (IPK 3.71). Selama di IPB, ia tidak hanya unggul secara akademik—dengan spesialisasi dalam biokimia dan nutrisi pangan serta menyelesaikan tesis tentang evaluasi kualitas biskuit terfortifikasi untuk ibu hamil—tetapi juga aktif berorganisasi.
Ia adalah penerima Beasiswa Goodwill International Foundation, Pendiri dan Presiden English Debating Community, dan dinobatkan sebagai Pemenang Pertama IPB's University Award for Best Student. Steisi kemudian melanjutkan studinya ke luar negeri, meraih gelar M.Sc. Development and Rural Innovation (MDR) dari Wageningen University & Research di Belanda (2009-2011) dengan nilai IPK 80, berkat beasiswa penuh dari Anne van den Ban Foundation.
Di Wageningen, fokus keilmuannya bergeser ke pembangunan dan inovasi pedesaan, dibuktikan dengan penelitian etnografi tentang organisasi akar rumput. Selain itu, ia tetap aktif sebagai Student Representative di Master’s Program Committee dan Pengurus PPI Wageningen, menunjukkan perpaduan yang kuat antara prestasi akademik, kepemimpinan, dan kegiatan kemasyarakatan yang kini menjadi modalnya di kancah global.
Saat ini, Steisi menjabat sebagai Senior Social Protection Specialist di South Asia Region, The World Bank. Yaitu sebuah posisi penting yang membuatnya bertanggung jawab merancang, mendampingi implementasi, dan mengevaluasi berbagai program perlindungan sosial di negara-negara Asia Selatan. Perannya meliputi penguatan jaring pengaman sosial (social safety nets), sistem distribusi bantuan berbasis digital, program inklusi ekonomi, hingga kaitan perlindungan sosial dengan ketahanan pangan, gizi, dan pengembangan anak usia dini.
Perannya bukan hanya menyusun kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi dan evaluasi berjalan dengan baik. Ia mengawal program perlindungan sosial di berbagai negara, termasuk Sierra Leone, Liberia, Nigeria, Zambia, dan South Sudan, sekaligus mendukung agenda inklusi ekonomi, ketahanan pangan, gizi, serta pengembangan anak usia dini.
Kiprah Steisi yang mendunia, tidak membuatnya kehilangan dorongan untuk mengabdi di Indonesia. Sebelum ditempatkan di Afrika dan Asia Selatan, ia memberikan dukungan teknis di Indonesia, khususnya pada program conditional cash transfer (transfer tunai bersyarat). Ia terlibat dalam penyusunan sesi pengembangan keluarga, sekaligus memperkuat peran perlindungan sosial sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dedikasi Steisianasari Mileiva tidak terbatas pada peran profesionalnya, tetapi juga merentang melalui serangkaian inisiatif dan proyek signifikan. Salah satu kontribusi pentingnya adalah melalui World Bank Youth Innovation Fund (YIF) pada 2018-2019, di mana ia memimpin proyek 'Height Chart' di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini bertujuan mengumpulkan bukti apakah pendistribusian alat ukur tinggi badan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dan membantu petugas kesehatan dalam berkomunikasi.
Proyek ini disesuaikan untuk menyertakan pelatihan bagi tim kesehatan desa dan melibatkan para ayah melalui kunjungan rumah sore hari, setelah disadari bahwa pemahaman tentang stunting masih terbatas di tingkat desa dan pentingnya keterlibatan laki-laki. Selain itu, Steisi juga menunjukkan komitmennya pada pengembangan kepemimpinan dan komunikasi dengan memimpin pendirian World Bank Toastmasters Club - Jakarta (2012-2015), di mana ia menjabat sebagai Vice President of Education.
Semangat pelayanannya juga terwujud melalui proyek yang terkait dengan almamaternya. Sejak 2008, ia terlibat dalam "Goodwill Alumni Pay it Forward: Group of Six Alumni," sebuah upaya kolektif alumni beasiswa untuk mendukung mahasiswa IPB yang sedang menempuh studi. Di tingkat internasional, ia aktif dalam kerja sukarela pembangunan di Tanzania (2010), berpartisipasi dalam pembangunan ruang makan dan taman bermain di sekolah, serta melakukan penggalangan dana di Eropa untuk mendukung proyek tersebut. Selain itu, ia pernah terlibat dalam Global Seminar: Youth Entrepreneurship as Career Option di World Bank Jakarta (2007) dan memproduksi video online fundraising untuk Anne van den Ban Fund, beasiswa yang telah membiayai studi S2-nya di Wageningen.
Steisianasari Mileiva, M.Sc. percaya bahwa perlindungan sosial adalah sebuah sistem yang bukan sekadar memberi bantuan tunai, melainkan memastikan setiap individu, terutama yang paling rentan, memiliki kesempatan untuk tumbuh, sehat, dan berdaya. Dedikasinya di World Bank membuktikan bahwa seorang alumni IPB dapat berkontribusi pada isu-isu global, membawa nama Indonesia sebagai bagian dari solusi untuk dunia.