Mulyono S. Baskoro

Kembangkan Inovasi Atraktor Cumi-Cumi

Belum lama ini, Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M. Sc bersama rekannya, Dr. Roza Yusfiandayan berhasil mengembangkan inovasi atraktor cumi-cumi untuk memperkaya sumber daya hewan tersebut di perairan.

Berdasarkan temuannya, atraktor ini dapat digunakan sebagai tempat cumi-cumi melepaskan telur, lalu telur-telur tersebut menempel pada atraktor sampai akhirnya menetas.

Dosen IPB University dari Departemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu mengemukakan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya perairan melimpah, termasuk cumi-cumi, sehingga konsep penangkapannya diarahkan pada konsep berkelanjutan serta didasarkan pada stok spesies tertentu.

Atraktor ini juga untuk menjaga populasi, kualitas produksi dan ekosistem perairan serta melarang kegiatan penangkapan yang menggunakan bahan peledak, racun maupun praktik penangkapan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Secara umum, keberadaan atraktor menjadikan suatu kawasan sebagai tempat berkumpul dan bertelur cumi-cumi. Hal itu membuat suatu kawasan potensial dengan sumber daya cumi-cumi, memiliki keunikan pemandangan bawah air dengan hamparan telur cumi-cumi serta dapat berfungsi sebagai daerah asuhan.

Lulusan IPB University tahun 1987 itu mengatakan, atraktor dikembangkan dengan memanfaatkan tingkah laku dari cumi-cumi itu sendiri yaitu ketika cumi-cumi memijah dan menempelkan telurnya pada substrat dengan lingkungan yang remang-remang.

Terkait bahan yang digunakan dalam rekayasa teknologi pengayaan sumber daya cumi-cumi itu, ialah unit atraktor yang dibuat dari bahan utama kawat harmonika, bambu, pipa paralon, drum bekas aspal atau minyak dan tali rami atau serabut kelapa.

Dari bahan tersebut, dapat dikembangkan empat macam atraktor cumi-cumi, yaitu atraktor kawat harmonika, atraktor bambu, atraktor drum bekas, dan atraktor pipa paralon.

Secara umum, atraktor cumi-cumi telah dikembangkan sejak 2006 di Teluk Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Hasil observasi menunjukkan, satu atraktor cumi-cumi kawat harmonika dapat ditempeli sekitar 600-1.000 telur cumi-cumi di dalam 120-200 kapsul telur.

Satu atraktor cumi-cumi dari drum bekas yang dipasang di perairan Bangka Belitung dapat berisi 234 kapsul telur, di mana setiap kapsul terdapat 4-5 individu bakal calon cumi-cumi.Hingga saat ini, atraktor cumi-cumi telah dipasang di 14 provinsi, 30 kabupaten di Indonesia. Sejak 2006 hingga 2020 dilakukan kegiatan pelatihan kepada nelayan tentang inovasi atraktor cumi-cumi tersebut dan banyak di antaranya merasakan manfaat dengan keuntungan semakin meningkat.(*)

Tinggalkan Komentar