Menjaga Lingkungan Berkontribusi di Bidang Penginderaan Jauh
Prof. Dr. Muhammad Rokhis Khomarudin dikenal luas sebagai seorang ilmuwan terkemuka sekaligus pemimpin visioner yang kini memegang amanah strategis sebagai Kepala Pusat Riset Geoinformatika di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebagai peneliti senior di bidang teknologi penginderaan jauh dan geomatika, fokus kontribusi ilmiahnya tertuju pada pemanfaatan data penginderaan jauh untuk analisis lingkungan yang mendalam serta penanggulangan bencana yang efektif. Kompetensi tinggi yang dimilikinya berakar kuat dari rekam jejak akademis yang solid dan terarah sejak masa mudanya. Ia mengawali perjalanan pendidikan tingginya di Institut Pertanian Bogor (IPB University) pada jenjang Sarjana (S1) dengan mendalami program studi Agrometeorologi dari tahun 1993 hingga berhasil menyelesaikannya pada tahun 1998. Semangatnya untuk memperdalam ilmu pengetahuan membawanya kembali ke kampus yang sama untuk menempuh pendidikan Magister (S2) dalam bidang Agroklimatologi pada rentang tahun 2002 hingga lulus pada tahun 2004.
Kehausan akan inovasi dan penguatan metodologi riset berskala global mendorong Rokhis untuk melanjutkan studi doktoral (S3) ke benua Eropa. Pada tahun 2008 hingga 2010, ia menjalani pendidikan Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Geografi Penginderaan Jauh (Geography Remote Sensing) pada salah satu institusi akademik paling prestisius di Jerman, yaitu Ludwig Maximilians University of Munich. Di universitas tersebut, disertasinya secara khusus mengupas tuntas tentang aplikasi teknologi penginderaan jauh dalam menganalisis berbagai pola perubahan lingkungan. Pencapaian akademis tertinggi ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis yang mutakhir bagi dirinya, melainkan juga meletakkan fondasi yang sangat kokoh bagi seluruh rangkaian penelitian, inovasi, serta kebijakan strategis yang dilahirkannya hingga saat ini di tingkat nasional maupun internasional.
Kembali ke tanah air dengan keahlian yang matang, karier profesional Rokhis melesat melalui berbagai posisi manajerial yang krusial. Pada periode tahun 2011 hingga 2014, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana. Berkat dedikasi dan kapasitas kepemimpinannya yang teruji, ia kemudian dipromosikan untuk memimpin Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selama tujuh tahun, tepatnya dari tahun 2014 hingga 2021. LAPAN merupakan sebuah lembaga pemerintah non-kementerian strategis yang memegang tanggung jawab penuh dalam pengembangan dan implementasi teknologi antariksa guna mendukung akselerasi pembangunan nasional. Memasuki era reorganisasi besar-besaran institusi penelitian di Indonesia, integrasi lembaga riset membawanya ke dalam struktur baru di mana ia dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kepala Pusat Riset Geoinformatika di BRIN. Dalam peran barunya ini, ia secara aktif mengarahkan kompas penelitian strategis nasional yang meliputi pengembangan keilmuan teknologi geoinformatika sebagai solusi atas problematika lingkungan, perencanaan wilayah yang presisi, serta mitigasi bencana yang tangguh.
Sebagai seorang periset tulen yang aktif, Rokhis secara konsisten terus membagikan pemikiran dan temuan ilmiahnya kepada komunitas global melalui lebih dari 100 publikasi ilmiah. Karya-karyanya tersebar dalam bentuk makalah jurnal ilmiah, prosiding konferensi bereputasi, serta bab dalam buku ilmiah (book chapter), baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pengakuan atas kepakarannya di tingkat internasional tercermin dari perannya sebagai Pemimpin Redaksi pada International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJRESES) untuk masa bakti tahun 2019 hingga 2023, sebuah jurnal internasional bereputasi tinggi yang memfokuskan diri pada pengembangan teknologi dan aplikasi praktis penginderaan jauh. Komitmen mendalamnya terhadap regenerasi keilmuan dan dunia akademik juga ia wujudkan nyata melalui dedikasinya sebagai dosen tamu, penguji tesis, dan penasihat mahasiswa di berbagai universitas terkemuka di Indonesia, seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, hingga Institut Teknologi Sumatera.
Kiprah Rokhis tidak hanya terbatas di dalam ruang laboratorium dan meja birokrasi, melainkan juga tercermin sangat kuat dalam keaktifannya di berbagai organisasi profesional berskala nasional dan global. Ia tercatat sebagai anggota aktif Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI), di mana saat ini ia mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Riset dan Inovasi untuk periode 2024 sampai sekarang. Di samping itu, ia merupakan bagian dari Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) dengan amanah sebagai Anggota Dewan Pengawas untuk periode 2023 hingga sekarang. Kepemimpinannya di tingkat regional juga terbukti saat ia menjabat sebagai Ketua Wilayah DKI Jakarta untuk Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) pada periode 2022 hingga 2024, serta dipercaya memimpin sebagai Kepala Divisi Kebencanaan pada Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia (A3I) dari tahun 2021 hingga masa kini.
Dalam panggung diplomasi sains internasional, kontribusi Rokhis diakui secara luas oleh lembaga antariksa dunia. Pada periode 2016 hingga 2021, ia mengemban posisi sebagai Koordinator Regional Supporting Office (RSO) dari United Nations Platform for Space-based Information for Disaster Management and Emergency Response (UN-SPIDER), sebuah platform di bawah naungan PBB yang mengoordinasikan pemanfaatan data berbasis antariksa untuk manajemen bencana. Peran diplomatik ini diperkuat dengan penunjukannya sebagai Delegasi Republik Indonesia pada Sidang Komite PBB untuk Penggunaan Antariksa bagi Tujuan Damai atau United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UN COPUOS) yang diikutinya secara konsisten dari tahun 2013 hingga 2019. Lebih jauh lagi, ia menjadi representasi penting Indonesia sebagai Delegasi dalam forum Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) selama lima belas tahun dari tahun 2010 hingga 2025, serta aktif menyumbangkan pemikiran dalam Kelompok Kerja Teknis ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (ASEAN Technical Working Group on Transboundary Haze Pollution).
Pengalaman operasional Rokhis di bidang tanggap darurat global diperkuat oleh keterlibatannya dalam program internasional seperti Sentinel Asia dan Piagam Bencana Internasional (International Charter on Space and Major Disasters). Dalam program-program tersebut, ia terlibat langsung dalam koordinasi taktis dan optimalisasi pemanfaatan data satelit guna merespons berbagai bencana besar yang melanda kawasan Asia-Pasifik. Di dalam negeri, keahlian strategisnya menjadikannya sebagai konsultan tepercaya bagi berbagai kementerian dan lembaga tinggi negara. Ia secara periodik memberikan panduan, kerangka kerja, dan arahan strategis mengenai implementasi teknologi penginderaan jauh di berbagai sektor vital, termasuk pertanian, kehutanan, perkebunan, pengelolaan sumber daya air, serta sektor-sektor strategis pembangunan lainnya.
Rentang panjang pengabdian dan komersialisasi inovasi yang dilakukan Muhammad Rokhis Khomarudin telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dan prestasi prestisius dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Pada tahun 2013, ia mendapatkan pengakuan internasional dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) sebagai First Project Manager on International Charter on Space for Major Disaster di Indonesia, yang berbarengan dengan penghargaan dari internal LAPAN sebagai bagian dari Tim Terbaik Mitigasi Bencana Berbasis Teknologi Satelit. Kinerja kepemimpinannya dalam aksi kemানুsiaan kembali diapresiasi pada tahun 2015 melalui Tangguh Award yang dianugerahkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas performa impresif Tim Mitigasi Bencana Berbasis Satelit yang dipimpinnya. Memasuki tahun 2017, MAPIN memberikan penghargaan khusus atas peran institusi dalam pengembangan penginderaan jauh di Indonesia, disusul dengan penerimaan Pecora Award dari United States Geological Survey (USGS) sebagai bagian dari pengakuan kolektif terhadap International Charter on Space and Major Disasters.
Reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi catatan emas dalam karier manajemennya. Pada tahun 2020, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) menobatkan dirinya sebagai Pionir Pengembangan Zona Integritas. Dua tahun berselang, tepatnya pada tahun 2022, kontribusi internasionalnya mendapatkan apresiasi tertinggi berupa APRSAF Achievement Award dari Asia Pacific Regional Space Agency Forum. Pada tahun yang sama pula, dedikasinya dalam pelayanan tata kelola riset diakui secara nasional ketika Kementerian PANRB menganugerahkan penghargaan atas keberhasilan memimpin Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh sebagai Unit Pelayanan Publik Berkualitas Tinggi. Melalui kombinasi latar belakang ilmiah yang sangat kuat, jaringan profesional lintas negara yang luas, serta integritas moral yang teruji, Muhammad Rokhis Khomarudin terus memantapkan langkahnya untuk mengabdi demi kemajuan riset, mendorong pembangunan yang berkelanjutan, serta mewujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang jauh lebih baik untuk skala nasional maupun global.