Pembawa Dampak bagi Ketahanan Pangan Indonesia
Institut Pertanian Bogor (IPB) senantiasa melahirkan alumni yang mendedikasikan diri untuk kemajuan bangsa, dan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., adalah salah satunya. Alumni yang kini menjabat sebagai Direktur Perbenihan Tanaman Pangan di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini, memiliki perjalanan karir yang sangat inspiratif, berakar kuat pada ilmu pengetahuan dan dedikasi terhadap sektor pertanian.
Lahir di Banyuwangi pada 3 Maret 1969, perjalanan akademis Ladiyani dimulai di almamater tercinta. Pendidikan S1 di bidang pertanian, Ilmu Tanah, diselesaikannya pada tahun 1993 di FAPERTA Institut Pertanian Bogor. Semangatnya untuk terus belajar membawanya melanjutkan pendidikan S2 di University of The Philippines pada tahun 2000, berhasil meraih gelar M.Sc. di jurusan Soil Science. Puncaknya, pada tahun 2013, gelar Doktor (Dr) dalam bidang Biological Science, konsentrasi Soil Care and Management dari Faculty of Bio-Engineering, diraihnya dari University of Gent - Belgia.
Karir Ladiyani dimulai sebagai Peneliti bidang Kesuburan dan Biologi Tanah pada Balittanah Bogor di tahun 2001. Dengan kepakarannya yang terus berkembang, berbagai posisi strategis dipercayakan kepadanya. Sebelum mengemban amanah sebagai Direktur Perbenihan Tanaman Pangan sejak 8 Juli 2025, Ladiyani memiliki rekam jejak yang mengesankan.
Pengalaman karirnya mencakup berbagai peran kunci, seperti Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (PPMPTP), yang menunjukkan perannya dalam inovasi sektor pertanian. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Tanaman Pangan (PSITP) dari tahun 2024 hingga 2025. Dedikasinya pada riset juga terlihat jelas saat ia menjadi Kepala Balittanah dari tahun 2019 hingga 2024. Selain itu, Ladiyani pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi dari tahun 2017 hingga 2019, serta Kepala Seksi Pelayanan Teknik dari tahun 2014 hingga 2017. Pada tahun 2022, Ladiyani juga dilantik sebagai Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya, sebuah pengakuan atas keahlian analisis dan kontribusinya dalam perumusan kebijakan.
Selain pendidikan formalnya yang solid, Ladiyani sangat aktif dalam berbagai pelatihan di dalam dan luar negeri. Hal ini menunjukkan komitmennya pada pengembangan diri dan penguasaan ilmu yang berkelanjutan. Pelatihan yang diikutinya mencakup berbagai topik penting seperti Metodologi ZAE, Optimalisasi Pemupukan, Advanced Experimental Design, Scientific Writing, Aplikasi Teknologi Informasi Pertanian Presisi, serta pelatihan-pelatihan terkait Sistem Manajemen Mutu dan Audit seperti SNI ISO/IEC 17065:2012, SNI ISO/IEC 17067:2013, SNI/ISO 19011:2018, SNI ISO 9001:2015, ISO/IEC 17043:2023, ISO 19011:2018, dan ISO 31000:2018.
Dedikasi dan kerja keras Ladiyani mendapatkan pengakuan melalui sejumlah penghargaan bergengsi. Ia menerima penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian sebagai Peneliti Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015. Selain itu, pengabdiannya juga dianugerahi Satyalancana Karya Satya X Tahun pada tahun 2012 dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada tahun 2022, yang merupakan bukti komitmen jangka panjangnya terhadap pelayanan publik.
Perjalanan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., adalah cerminan dari bagaimana ilmu pengetahuan yang mendalam, dedikasi yang tinggi, dan pengalaman yang luas dapat berkontribusi besar bagi pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian. Semangatnya dalam membangun ketahanan pangan Indonesia dari akar ilmu patut menjadi inspirasi bagi seluruh alumni IPB.