Perjalanan Mimpi Panjang dalam Sepiring Rendang
Membawa kuliner tradisional ke panggung global bukanlah tugas mudah, tetapi Herry Kurniadi membuktikan bahwa hal tersebut dapat dicapai dengan inovasi dan ketekunan. Sebagai pendiri DBFOODS, alumnus Fakultas Peternakan IPB angkatan 42 (2005) ini telah menciptakan dampak besar di industri makanan.
Perjalanan membangun DBFOODS dimulai pada tahun 2009, tak lama setelah menyelesaikan pendidikan di IPB. Banyak yang meragukan langkahnya untuk mengembangkan bisnis makanan, namun keyakinan dan kerja keras membawanya pada pencapaian luar biasa. DBFOODS kini dikenal sebagai produsen makanan Padang siap saji yang menghadirkan Dendeng Balado, Rendang, dan Tuna Asap Balado dalam kemasan praktis dan higienis.
Dengan resep turun-temurun sejak 1969 serta bahan dan bumbu asli Sumatera Barat, produk DBFOODS dapat bertahan enam bulan di luar kulkas tanpa bahan pengawet. Inovasi ini menjadikannya pilihan utama bagi para traveler, wisatawan, serta jemaah haji dan umroh. Pada 2024, DBFOODS menjadi produsen makanan Padang siap saji terbesar ketiga di Indonesia, dengan pertumbuhan bisnis mencapai 30% dan pendapatan Rp3,9 miliar per tahun.
Keberhasilan ini juga diakui secara nasional. DBFOODS meraih Juara 1 Nasional IMA UMKM Awards 2023 dari Indonesia Marketing Association (IMA), serta Juara 1 Nasional F&B Pengusaha Muda Brilian 2024 yang diselenggarakan oleh Bank BRI.
Sebagai inovator makanan, Herry terus mendorong modernisasi kuliner tradisional. Salah satu terobosan terbaru yang segera diluncurkan adalah "Less Fats Less Salt," sebuah inovasi makanan Padang yang tetap autentik dengan lebih sedikit lemak dan garam. Langkah ini tidak hanya memperluas pasar tetapi juga mendukung gaya hidup sehat tanpa mengorbankan cita rasa khas Minang.
Selain berfokus pada bisnis, Herry juga mengembangkan Lulunia Foundation, sebuah gerakan filantropi yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Mentawai. Program utama yayasan ini adalah produksi MPASI dan camilan sehat berbahan dasar pisang kepok dan madu hutan Mentawai untuk mencegah stunting. Upaya ini menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan dampak sosial yang positif melalui inovasi pangan.
Ambisi Herry tidak berhenti di Indonesia. Pada 2025, DBFOODS akan membuka kantor cabang kedua di Surabaya untuk memperluas pasar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam periode 2026-2030, ekspansi akan berlanjut ke Bali, Medan, Jakarta, dan Singapura, dengan target menguasai 20% pasar makanan siap saji bagi jemaah haji dan umroh di Indonesia.
Menargetkan valuasi Rp600 miliar pada 2030, DBFOODS bersiap untuk melangkah ke lantai bursa. Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa inovasi, ketekunan, dan visi yang kuat dapat membawa kuliner tradisional ke level yang lebih tinggi. Jika dulu banyak yang meragukan langkahnya, kini Herry menjawabnya dengan senyuman dan kesuksesan.
Dedikasi untuk Almamater
Sebagai alumni IPB, Herry tetap aktif berkontribusi dalam Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (HANTER) dan berbagai kegiatan yang mendukung almamaternya. Dengan semangat berbagi ilmu dan pengalaman, ia terus menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan bertindak.
Dari Padang ke dunia, perjalanan Herry Kurniadi adalah kisah inspiratif tentang bagaimana inovasi dapat membawa perubahan besar. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, selama ada visi, ketekunan, dan semangat untuk terus berkembang.