Gun Sutopo

Gagal Jadi Arsitek Kini Petani ‘Milyarder’

CEO SABILA Farm Alumni IPB Angkatan : Lulus Tahun 1982 Jurusan/Fakultas : Ilmu Tanah/FAPERTA-S1

Bekerja menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tak membuat Gun Sutopo bertahan lama. Terhitung hanya tiga tahun saja. Setelah itu Gun memulai peruntungannya di bidang pertanian hortikutura.

Gun Sutopo justru kemudian menjadi founder sekaligus CEO Sabila Farm, terkenal sebagai petani milyarder. Gun adalah lulusan Departmen Ilmu Tanah IPB tahun 1982.

Pria kelahiran 10 Januari 1958 ini merasa sangat ironis ketika lulusan kampus pertanian justru tidak tertarik dengan dunia pertanian.

“Yang bagus itu kalo sekolah di militer lulusnya jadi TNI. Nah, kalau sekolah di kampus pertanian ya harusnya berkiprah di dunia pertanian. Bertani itu tak pensiun, banyak dibutuhkan orang, dan tentunya bermanfaat untuk banyak orang,” tutur Gun.

Meskipun Gun sewaktu kecil bercita-cita menjadi arsitektur, namun Ketua Asosiasi Buah Naga Indonesia (ABNI) ini memaparkan bahwa pilihannya terhadap dunia pertanian sudah amat tepat.

Sabila Farm merupakan kepanjangan dari Sarana Belajar Ilmu Allah. Dengan usaha ini Gun bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai produsen hortikultura terbesar di Asia bahkan dunia. Beberapa kegiatan Sabila Farm yakni bertani, edukasi serta pelatihan. Sabila Farm didirikan tahun 2005. Sebelum itu Gun sudah menjadi wirausaha hortikultura, namun wirausaha yang profit oriented.

“Kalau dulu saya ambisius profit oriented, bisnis sama orang sana sini. Sekarang cukup berbisnis sama Allah,”

Menurut Gun yang juga seorang motivator kewirausahaan dan hortikultura, generasi saat ini ialah generasi instan. Gun memberi saran kepada mahasiswa IPB agar mau berproses dalam menjalani hidup.

“Alumni sudah memberikan kontribusi pada IPB dengan melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. Tinggal diteruskan saja oleh adik-adik mahasiswa,” ujar Gun.

Gun mengungkapkan, IPB adalah sebuah perguruan tinggi yang berkaitan dengan pertanian. Jangan sampai disorientasi tentang kontribusi yang harus dilakukan oleh IPB.

Anggota Dewan Riset Daerah Sleman, Jawa Tengah ini menjelaskan, tantangan di dunia pertanian sampai saat ini ialah teknologi. Petani dan pengusaha pertanian harus mampu menggunakan teknologi jika ingin hasilnya maksimal. Selain itu jangan menunggu pasar tapi kita yang harus mencari pasar.

Dalam wirausahanya, Gun tidak menggunakan tengkulak sebab memotong rantai pasar. Sikap Gun itu sebab ingin konsumen maupun produsen tidak banyak dirugikan. Gun berharap, IPB tetap konsisten dan menemukan inovasi baru di bidang pertanian sesuai amanah Bung Karno.

Tinggalkan Komentar