Esmat Khyber

Melawan Darurat Iklim dari Asia hingga Eropa

Esmat Khyber, M.Sc., ISEP, merupakan seorang profesional dedikatif di bidang keberlanjutan lingkungan yang memiliki rekam jejak impresif dalam analisis kebijakan, penelitian mendalam, serta manajemen proyek strategis di berbagai belahan dunia. Dengan keahlian multidimensi yang mencakup strategi net-zero, perhitungan jejak karbon, Sistem Manajemen Lingkungan berbasis ISO 14001 dan ISO 14064, serta kepatuhan regulasi lingkungan seperti Extended Producer Responsibility (EPR), Energy Savings Opportunity Scheme (ESOS), dan Streamlined Energy and Carbon Reporting (SECR), ia telah mendedikasikan kariernya untuk mendukung dekarbonisasi global. Sepanjang perjalanan profesionalnya yang membentang dari Asia Selatan hingga Eropa, Esmat secara konsisten menjembatani sektor konsultasi, pendidikan tinggi, aksi iklim lokal, dan proyek keberlanjutan internasional demi mengoptimalkan pelaporan lingkungan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta inisiatif iklim yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas.

Perjalanan akademik Esmat merefleksikan fondasi intelektual yang luar biasa kuat dan berwawasan global di bidang sains dan kebijakan lingkungan. Ia mengawali studi formalnya di Kabul University dengan mengambil program Bachelor of Science (B.Sc) dalam bidang Environmental Science dari Maret 2012 hingga November 2015, di mana ia lulus dengan meraih predikat nilai tertinggi A. Selama menempuh pendidikan sarjananya, ia berkesempatan memperluas cakrawala riset internasional melalui program beasiswa bergengsi DAAD Exchange Scholar di bidang Environment dan Geology di TU Bergakademie Freiberg, Jerman, dari Januari hingga Maret 2015. Kehausannya akan ilmu pengetahuan kemudian membawanya ke Indonesia untuk menempuh studi magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Agustus 2019 hingga Mei 2021, mengambil konsentrasi Natural Resources and Environmental Management, dan berhasil menyelesaikan studi dengan pencapaian akademis yang sangat gemilang berupa Indeks Prestasi Kumulatif (GPA) 3.8 dari skala 4.0, sembari aktif mendalami aspek sumber daya alam, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL/EIAs), manajemen proyek, penelitian, ekonomi lingkungan, etika lingkungan, dan statistika. Selama periode studi di Indonesia, ia juga memperkaya kompetensi perencanaan spasialnya dengan meraih sertifikat dalam program City/Urban, Community and Regional Planning yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Diponegoro University dan Universitas Airlangga pada Agustus hingga September 2020. Kompetensi globalnya semakin disempurnakan ketika ia berhasil memenangkan beasiswa penuh Pemerintah Inggris yang sangat kompetitif, Chevening, untuk menempuh program Master of Science (M.Sc) dalam bidang Climate Change and International Development di University of East Anglia dari September 2021 hingga Agustus 2022 dengan meraih predikat Merit, berfokus pada pendalaman kebijakan iklim, adaptasi, mitigasi, serta energi. Selain itu, jauh sebelumnya pada Agustus hingga September 2016, ia juga pernah memperkuat basis analisis sosialnya melalui pelatihan Rural Sociology di The University of Edinburgh.

Karier profesional Esmat dimulai sejak ia masih menyelesaikan studi sarjananya di Kabul, Afghanistan, yang kemudian berkembang menjadi kepemimpinan lingkungan yang berdampak luas. Pengalaman awalnya ditempa saat ia menjalani program Solid Waste Management Placement di Chemonics International dari Mei 2013 hingga April 2014, yang disusul oleh peran penting sebagai Biodiversity Intern di National Environmental Protection Agency (NEPA) dari September hingga November 2015. Pengalaman mendasar ini menjadi batu pijakan baginya untuk bergabung dengan badan lingkungan internasional PBB, UNEP, sebagai Climate Change Projects Assistant dari Februari 2016 hingga Februari 2017, di mana ia memikul tanggung jawab besar dalam mendukung inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk Afghanistan guna berkontribusi langsung pada pelaporan UNFCCC, memberikan dukungan teknis dan administratif bagi proyek-proyek adaptasi perubahan iklim, terlibat dalam inisiatif ketahanan masyarakat dan penilaian risiko, serta memimpin para magang dalam melakukan analisis spasial berbasis GIS dan riset lingkungan. Di saat yang bersamaan, hasratnya terhadap pemberdayaan akar rumput mendorongnya untuk mendirikan dan memimpin Green Way Society sebagai Managing Director dari Januari 2016 hingga April 2022, sebuah organisasi tempat ia memelopori berbagai inisiatif edukasi dan advokasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim, memimpin kampanye pengembangan masyarakat yang fokus pada pengurangan penggunaan plastik dan promosi daur ulang limbah padat, serta menggerakkan partisipasi aktif generasi muda dalam berbagai aktivitas lingkungan termasuk koordinasi perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kapasitas kepemimpinan Esmat dalam tata kelola lingkungan semakin kokoh saat ia mengabdi di Capital Region Independent Development Authority (CRIDA) selama total dua tahun delapan bulan di Kabul. Pada periode awal dari Januari 2017 hingga September 2018, ia menjabat sebagai Projects Stakeholder Engagement Officer dengan tanggung jawab menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL/EIA) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL/EMP) demi menjamin kepatuhan ketat terhadap standar regulasi, menjalankan inisiatif keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengumpulkan aspirasi serta membangun kolaborasi, serta menyediakan dukungan teknis dan audit lapangan guna memastikan kepatuhan regulasi lingkungan yang ditetapkan oleh National Environmental Protection Agency. Berkat performa kerjanya yang luar biasa, ia kemudian dipercaya menduduki posisi Sustainability Coordinator dari Agustus 2018 hingga Agustus 2019, di mana ia mengoordinasikan inisiatif keberlanjutan yang berfokus pada kepatuhan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta penilaian dampak lingkungan, mengelola lini masa dan hasil akhir proyek, memberikan saran teknis untuk kepatuhan regulasi, serta mendukung proses pengadaan di berbagai departemen guna meningkatkan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Setelah menyelesaikan studi magister keduanya di Inggris, Esmat memperluas dampak profesionalnya ke wilayah Britania Raya dengan berfokus pada krisis energi dan dekarbonisasi institusional. Dari Mei 2022 hingga September 2022, ia berkontribusi sebagai Fuel Poverty and Net-zero Project Officer di Tyndall Centre for Climate Change Research di Norwich, Inggris, di mana ia berkolaborasi erat dengan Norwich Climate Commission untuk mendorong inisiatif pencapaian emisi net-zero pada tahun 2040, meningkatkan efisiensi energi, mengatasi kemiskinan energi (fuel poverty) di tengah masyarakat, serta merangkul pemangku kepentingan dalam mempromosikan solusi energi terbarukan guna mengatasi darurat iklim secara efektif. Ia kemudian melanjutkan dedikasinya di dunia pendidikan tinggi dengan menjabat sebagai Senior Environment and Sustainability Officer di University of Southampton dari Januari 2023 hingga Januari 2024, mengelola tim lingkungan untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap standar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Sistem Manajemen Energi ISO 5001, memimpin berbagai inisiatif penghematan energi termasuk kampanye pemadaman listrik (blackout campaigns) dan pekan perubahan iklim, membangun komunikasi internal, memberikan mentor kepada mahasiswa magang untuk mendongkrak performa tim, serta berkolaborasi aktif dengan Southampton City Council dalam berbagai proyek keberlanjutan kota.

Kompetensi strategis Esmat di sektor komersial semakin matang ketika ia bergabung dengan Groundwork sebagai Sustainability Consultant dari Januari 2024 hingga Mei 2025, sebuah posisi yang menuntutnya untuk menyusun rencana dekarbonisasi yang komprehensif dan strategi net-zero bagi klien korporat demi memperkuat upaya keberlanjutan mereka, melakukan penilaian menyeluruh terhadap jejak karbon guna memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk reduksi emisi, serta mengelola rekomendasi efisiensi energi berbasis situs dan proyek retrofit guna memastikan kinerja lingkungan yang optimal. Keahlian mutakhir dan komprehensif inilah yang kemudian mengantarkan Esmat Khyber pada posisinya saat ini sebagai Environmental Sustainability Manager di OCS sejak Mei 2025. Dalam peran kepemimpinan strategis ini, ia bertanggung jawab penuh atas pengawasan kepatuhan terhadap berbagai regulasi lingkungan ketat di Inggris dan Irlandia termasuk Extended Producer Responsibility (EPR), Energy Savings Opportunity Scheme (ESOS), dan Streamlined Energy and Carbon Reporting (SECR). Ia juga memimpin pemenuhan target berbasis sains (SBTi), pelaporan CDP, dan evaluasi EcoVadis, serta bertanggung jawab atas penyusunan dan penyampaian berbagai laporan terkait ESG di wilayah tersebut, memastikan kepatuhan pengemasan dan pengelolaan limbah melalui kerangka kerja Extended Producer Responsibility (EPR) serta Recyclability Assessment Methodology (RAM), sekaligus mengawal implementasi Sistem Manajemen Lingkungan berbasis ISO 14001 dan ISO 14064 demi mewujudkan masa depan yang benar-benar hijau dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar