Merangkai Data Menjadi Kebijakan Dunia
Angga Pradesha, S.E., M.Ec., M.A. adalah seorang ekonom pembangunan yang mendedikasikan kariernya untuk meneliti isu-isu penting dunia, mulai dari perdagangan internasional, perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga pengentasan kemiskinan di negara berkembang. Saat ini ia menjabat sebagai Senior Scientist sekaligus economy wide modeler di International Food Policy Research Institute (IFPRI), Washington D.C., sebuah lembaga riset global yang berperan besar dalam merumuskan kebijakan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Perjalanan akademiknya dimulai di IPB University, tempat ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi Pertanian tahun 1999 - 2004. Sejak awal, ia telah menaruh minat pada ekonomi dan kebijakan publik. Semangat itu membawanya melanjutkan studi ke International Islamic University Malaysia, di mana ia meraih gelar Master of Economics dalam bidang Applied Economics. Tidak berhenti di sana, ia kemudian melanjutkan pendidikan di International University of Japan dan memperoleh gelar Master of Arts dalam bidang International Development. Kombinasi ini memberinya fondasi yang kuat: penguasaan teori ekonomi, keterampilan analisis data, serta pemahaman luas mengenai dinamika pembangunan internasional.
Langkah profesionalnya bermula di Asian Development Bank Institute (ADBI), Tokyo, sebagai research associate. Di sana ia terlibat dalam kajian integrasi ekonomi Asia dan mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan kawasan. Tahun 2011 menjadi awal pengabdiannya di IFPRI, sebuah titik penting yang membuka jalan baginya untuk berkiprah di panggung riset internasional. Ia terlibat dalam berbagai proyek, mulai dari pembangunan model ekonomi untuk Rwanda, Nigeria, Pakistan, dan Tanzania, hingga analisis kebijakan pangan dan energi di Filipina.
Pada periode berikutnya, Angga berperan dalam proyek bersama pemerintah Indonesia melalui Bappenas, yakni Integrated Policy Analysis and Agriculture Investment Evaluation. Ia juga terlibat dalam evaluasi kebijakan beras di Filipina bersama lembaga perencana pembangunan negara tersebut. Saat pandemi COVID-19 melanda, ia mengambil bagian dalam riset penting mengenai dampak ekonomi dari kebijakan lockdown di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan memadukan data riil dan simulasi model untuk membantu pemerintah memahami implikasi krisis terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Kini, sebagai Senior Scientist di IFPRI, Angga memimpin riset di bidang foresight and policy modeling. Ia menggunakan pendekatan computable general equilibrium dan dynamic computable general equilibrium untuk menilai dampak kebijakan perdagangan, investasi pertanian, serta perubahan iklim terhadap ekonomi global. Karya ilmiahnya telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional, membahas mulai dari peran pertanian dalam perekonomian Rwanda, dampak larangan ekspor jagung di Tanzania, hingga strategi adaptasi perubahan iklim dalam kebijakan swasembada beras di Filipina.
Bagi Angga, model ekonomi bukan sekadar angka atau simulasi, melainkan alat untuk memahami kehidupan nyata masyarakat. Ia percaya bahwa penelitian yang tajam dapat menuntun pada kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berpihak kepada mereka yang paling rentan. Dari Bogor ke Tokyo, hingga Washington D.C., perjalanannya menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan komitmen pada ilmu pengetahuan, seorang alumni IPB dapat memberi kontribusi nyata dalam upaya mewujudkan dunia yang lebih berkelanjutan.