Wahyudi Hasbi

Pionir Kemandirian Teknologi Satelit Nasional

Dunia teknologi antariksa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sosok Prof. Dr.-Ing. Ir. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom., seorang peneliti yang mendedikasikan seluruh kariernya demi membangun kemandirian teknologi satelit di tanah air. Lahir di Biak, Papua, pada tanggal 25 Oktober 1976, Prof. Wahyudi tumbuh menjadi figur sentral dalam industri kedirgantaraan nasional.

Landasan riset satelitnya yang kokoh dibangun di atas pilar ilmu lintas disiplin yang saling menyelaraskan. Ia memulai perjalanan akademiknyaUniversitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia Jurusan Fisika pada tahun 2000. Ia kemudian menerima gelar M.Kom. di bidang Ilmu Komputer dari Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia pada tahun 2011. Wahyudi meraih gelar Doktor (-Ing) dari Technische Universitat Berlin Tahun 2020. Selain itu beliau juga mendapatkan gelar Insinyur Profesional tahun 2022 dari Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia.  Kombinasi ilmu fisika, komputer, dan teknik satelit inilah yang membentuk fondasi kuat bagi seluruh inovasi risetnya.

Karier Prof. Wahyudi di dunia satelit dimulai pada tahun 2001, ketika ia mengawali langkah sebagai insinyur di stasiun penjejak dan pengendali satelit dan roket, yang merupakan proyek kerja sama antara LAPAN dan ISRO (Indian Space Research Organisation) di tanah kelahirannya, Biak. Berkat kompetensi dan dedikasinya, pada tahun 2003 ia langsung dipercaya menjadi insinyur utama dalam pengembangan LAPAN-TUBSAT, satelit mikro pertama milik Indonesia yang berhasil mengorbit di luar angkasa pada tahun 2007.

Keberhasilan LAPAN-TUBSAT ini menjadi sebuah lompatan besar sekaligus pijakan penting bagi pengembangan generasi satelit-satelit nasional berikutnya. Beberapa di antaranya yang sukses dikembangkan adalah satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dan satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB, yang kian mengukuhkan posisi Indonesia dalam jajaran negara penguasa teknologi antariksa di Asia Tenggara.

Sepanjang perjalanan kariernya, dedikasi Prof. Wahyudi telah membuahkan berbagai prestasi dan penghargaan bergengsi, baik dari dalam maupun luar negeri. Atas jasa-jasa besarnya kepada negara, Presiden Republik Indonesia menganugerahkannya tanda kehormatan Satyalancana Wirakarya pada tahun 2016. Di bidang riset, ia juga berhasil meraih Nurtanio Award dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2025.

Pengakuan internasional pun datang dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) yang mendapuknya dengan penghargaan IEEE R10 Asia Pacific Outstanding Volunteer Award pada tahun 2023. Sebelumnya, pada tahun 2022, ia dinobatkan dalam Innovation Heroes Award oleh Indonesia Forum & CIAS. Penghargaan prestisius lain yang pernah diterimanya antara lain Penghargaan Tim Pengembang Satelit LAPAN-A2 dari Menteri Riset dan Teknologi RI pada tahun 2013, Penghargaan LIPI, predikat JAA Academicians, serta predikat sebagai Peserta Terbaik pada Diklat Peneliti Tingkat Lanjutan UEIE yang juga diraihnya pada tahun 2013.

Tak hanya fokus bagi kemajuan dirinya sendiri, Prof. Wahyudi juga sangat aktif membimbing generasi muda demi menjaga keberlanjutan masa depan pengembangan teknologi satelit di Indonesia. Wujud nyata kepeduliannya terlihat saat ia menjadi mentor bagi para mahasiswa dalam pengembangan Surya Satellite-1, sebuah satelit kubus (cubesat) murni karya anak bangsa yang sukses diluncurkan ke luar angkasa pada Januari 2023.

Selain itu, ia juga berperan penting sebagai penasihat ahli untuk RIDUSat-1, yaitu satelit riset milik Universitas Pertahanan yang mengemban misi edukasi dan komunikasi darurat yang berhasil diluncurkan pada Juni 2025. Melalui bimbingan-bimbingan strategis ini, ia memastikan bahwa estafet kepemimpinan teknologi kedirgantaraan Indonesia akan terus berjalan di tangan generasi penerus.

Bagi Prof. Wahyudi, satelit bukanlah sekadar sebuah teknologi antariksa yang mengorbit di langit, melainkan instrumen vital yang memiliki berbagai peran krusial bagi kehidupan berbangsa. Satelit sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan melalui pemantauan pertanian, pengukuran produktivitas lahan, serta pengelolaan air yang akurat. Teknologi ini juga diandalkan untuk memantau cuaca dan lahan, yang mencakup prediksi iklim, analisis perubahan tutupan lahan, hingga analisis lingkungan secara menyeluruh.

Di sisi lain, satelit sangat membantu mitigasi bencana melalui sistem deteksi dini, pemantauan titik api atau hotspot, serta respons cepat pascabencana. Manfaatnya juga menjamin komunikasi nasional dengan menyediakan konektivitas di daerah terpencil dan jaringan darurat, mendukung navigasi dan transportasi seperti sistem GPS, pelacakan kapal atau pesawat, dan manajemen logistik, serta memperkuat keamanan dan kedaulatan wilayah melalui pengawasan perbatasan, intelijen non-militer, dan monitoring maritim.

Kiprah kepemimpinannya juga diakui secara global melalui keterlibatan aktif di berbagai forum dan organisasi ahli internasional terkemuka. Beliau tercatat sebagai Academician di The International Academy of Astronautics (IAA), serta menjabat sebagai Chairman Working Party Science Issue pada Asia Pacific Telecommunity (APT) untuk WRC (APG23 & APG27). Di dunia akademik internasional, ia dipercaya menjadi Adjunct Professor di Regional Centre for Space Science and Technology Education in Asia and the Pacific (UN-affiliated), Beihang University, China. Prof. Wahyudi juga pernah mengemban amanah sebagai Chairman of Directors (2021-2024) pada International Amateur Radio Union (IARU) Region 3 Asia Pacific.

Di dalam negeri, ia memimpin sebagai Ketua The Indonesia Section Joint Chapter IEEE Aerospace & Electronics Systems / Geoscience & Remote Sensing Society, serta menjabat sebagai Ketua Badan Keahlian (BK) Dirgantara Persatuan Insinyur Indonesia untuk periode 2025-2027.

Saat ini, Prof. Wahyudi Hasbi menduduki posisi strategis sebagai Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sekaligus menjalankan tugas sebagai Pejabat Fungsional Peneliti Ahli Utama (APU) atau Profesor Riset di lembaga yang sama. Sebelum menempati posisinya di BRIN, ia telah lama meniti karier yang panjang dan cemerlang di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di lembaga tersebut, ia pernah dipercaya untuk mengemban berbagai posisi yang sangat strategis, di antaranya adalah sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pusat Teknologi Satelit serta Kepala Bidang Muatan Satelit/Diseminasi. Melalui seluruh jabatan, riset, dan sumbangsih nyata yang telah dilakukannya, Prof. Wahyudi terus melangkah di garda terdepan demi membawa teknologi satelit Indonesia mandiri, berdaulat, dan disegani di mata dunia.

Tinggalkan Komentar