Membangun Mimpi dari Lipatan Kertas
Reza Mahmud Rauf, pria kelahiran Jakarta pada 27 Oktober 1984, merupakan alumni Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB angkatan 42 (2005). Ia dikenal sebagai CEO Ichinogami Papercraft Expert, pendiri komunitas Peri Kertas, serta peserta Cohort Community Accelerator 2021.
Melalui perjalanannya di dunia papercraft, Reza telah mengubah hobi menjadi karya kreatif yang berdampak luas, menggabungkan unsur seni, edukasi, dan keberlanjutan dalam setiap karyanya.
Mengubah Hobi Menjadi Karya Bernilai
Berawal dari kecintaan terhadap dunia papercraft, Reza Mahmud Rauf menemukan jalur unik dalam hidupnya. Kegemarannya merakit miniatur dari kertas yang ia tuangkan dalam komunitas Facebook Peri Kertas berkembang menjadi gerakan kreatif berskala nasional.
Dari sebuah komunitas sederhana, muncul karya-karya unik yang menarik perhatian berbagai institusi dan kalangan profesional.
"Lahirnya Ichinogami ini karena banyaknya request dari perusahaan, pemerintah, dan lainnya. Akhirnya kami bikin tim profesional untuk mengurus hal ini di tahun 2011," jelas Rauf dikutip dari kompas.com.
Saat permintaan mulai berdatangan dari perusahaan dan instansi pemerintah, ia mengambil langkah besar, yaitu mendirikan Ichinogami Papercraft Expert pada 2011 sebagai rumah kreatif dan bisnis profesional.
Papercraft Sebagai Medium Edukasi dan Ekspresi Budaya
Melalui Ichinogami, Rauf tak hanya menawarkan bentuk papercraft yang menarik. Ia membaginya ke dalam tiga tingkat kesulitan: beginner, medium, dan advance, sehingga dapat dinikmati oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Beberapa hasil karyanya bahkan bertemakan budaya Indonesia, seperti tarian adat dan tempat bersejarah. Di studio miliknya, papercraft seperti kapal Thousand Sunny dari anime One Piece hingga gundam berskala besar turut terpajang, menjadi saksi perjalanan kreativitasnya.
Ia percaya bahwa merakit papercraft bukan sekadar kegiatan iseng, melainkan proses pembelajaran. Anak-anak dapat melatih koordinasi mata dan tangan, keterampilan motorik halus, hingga mengenal konsep tiga dimensi lebih awal.
Oleh karena itu, Rauf aktif mengadakan workshop edukatif di sekolah, mall, hingga lokasi wisata seperti Seaworld Ancol, dengan total hingga 50.000 paket pelatihan yang dibagikan gratis setiap tahun.
Dua Rekor MURI dan Jejak Kolaborasi Besar
Konsistensinya membuahkan pengakuan. Pada 2012, komunitas Peri Kertas berhasil meraih Rekor MURI atas produksi papercraft terbanyak dari kertas bekas. Dua tahun kemudian, Ichinogami mencetak rekor kedua: pohon natal dari papercraft setinggi 10 meter, yang juga menjadi karya tertinggi di Indonesia. Konstruksi itu dibuat dari karton gelombang, membuktikan kekuatan struktur papercraft yang dirancang dengan presisi.
Jalinan kolaborasi pun terus meluas. Ichinogami telah bekerja sama dengan program Jakpreneur, Museum Indonesia (untuk pameran di Malaysia), karakter komik Si Juki, TransJakarta, hingga membuat papercraft untuk Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Papercraft yang dikirimkan ke tokoh-tokoh penting pun disambut dengan antusias.
Papercraft yang Ramah Lingkungan
Dalam setiap langkahnya, Rauf memegang prinsip keberlanjutan. Seluruh produk Ichinogami dibuat dari eco paper, bahan ramah lingkungan yang telah tersertifikasi seperti Forest For All, Indonesian Legal Wood, dan PEFC. Ia menjaga agar produksi tidak meninggalkan jejak negatif terhadap lingkungan, hanya membeli kertas sesuai kebutuhan tanpa menyisakan stok yang berlebihan.
Membangun Reputasi dan Mengubah Persepsi
Perjalanan Rauf tidak selalu mulus. Ia sempat menghadapi pandangan bahwa papercraft hanyalah mainan ringan yang mudah rusak. Namun, lewat konsistensi dan pendekatan edukatif, ia berhasil mengubah pandangan itu. Fokusnya bukan pada seberapa lama kertas bertahan, tapi pada nilai proses merakit, membangun kreativitas, dan menyentuh aspek kognitif serta emosional pembuatnya.
"Mereka masih beranggapan kalau papercraft ini cuma mainan kertas yang pasti remuk dan hancur. Padahal, yang menjadi perhatian kami bukan hasil kertasnya, tapi proses merakitnya," ungkap Rauf dikutip dari kompas.com.
Reza Mahmud Rauf telah membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi jalan hidup yang berdampak. Dari komunitas kecil hingga pencapaian internasional, ia membangun jembatan antara seni, edukasi, dan tanggung jawab lingkungan. Sosoknya menjadi contoh bahwa ketika passion dipadukan dengan visi, selembar kertas pun bisa menjadi media kebermanfaatan.