Kuntoro Boga Andri

Utamakan Kerja dan Tim

Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr, Ph.D, yang akrab disapa Boga, merupakan lulusan IPB Univeristy tahun 1998. Ia adalah salah satu alumni dari Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian yang tergolong cepat dan sukses dalam karirnya. Sejak 2018 Boga dipercaya menduduki jabatan strategis di Kementan sebagai Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian.

Pria kelahiran Banjarmasin ini diangkat sebagai CPNS pada 1999 hanya beberapa bulan setelah lulus dari bangku kuliahnya. Bekerja di Balai Penelitian sebagai peneliti membuatnya semangat terus mengejar Ilmu. Bulan Juli 1999 sampai pertengahan tahun 2000, Boga mewakili propinsi Jawa Timur dalam riset exchange program ke Jepang. Selanjutnya sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2007 melanjutkan studi pascasarjana di Negeri Sakura tersebut. Gelar Master of Agriculture diperolehnya  tahun 2004 pada bidang Ekonomi dan Pemasaran Pertanian dari Graduate School of Agriculture, Saga University, Jepang. 
Sementara gelar PhD diperolehnya tahun 2007 dalam bidang Ekonomi dan Kebijakan Pertanian di The United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University , Jepang.

Tidak hanya mendapatkan gelar dan pengalaman, selama berada di Negeri Matahari Terbit tersebut, Boga juga bertemu dengan sang istri dan memiliki anak pertama disana.

Dengan pengetahuan dan ketekunannya dibidang riset kebijakan pertanian dan ekonomi pertanian, Boga berhasil mencapai jenjang peneliti madya tahun 2010 dan selanjutnya Peneliti Utama dituntaskannya tahun 2017.

Selama menjadi Peneliti, Boga sangat aktif melakukan kerjasama riset dalam dan luar negeri baik sebagai ketua tim peneliti, dan terlibat dalam international project sebagai Collaborating Scientist, Technical Consultant dan project coordinator untuk The Indonesian FAO Project, Bioversity International (CGIAR Consortium), ILRI (International Livestock Institue), ACIAR (Australia), dan AVRDC (Taiwan) Project Development.

Karier struktural Boga dimulai saat bertugas di BPTP Jawa Timur (Malang) sebagai Koordinator Program sejak 2014. Selanjutnya pada tahun Februari 2016 menjadi Kepala Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Sulawesi Barat, Kepala BPTP Riau (September, 2016), dan Kepala Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) tahun 2018.

Beberapa penghargaan dan apresiasi diperolehnya dari lembaga Internasional diantaranya Yoshinogari Goodwill Ambassador of The Saga Prefecture untuk kerjasama dan pertukaran ilmu serta kebudayaan dari Gubernur Saga Prefecture-Jepang (2000 ), dan IVLP (International Visitor Leadership Program) dari the United States Department of State – Bureau of Educational and Cultural Affairs, untuk berkunjung ke USA (2016).

Selama berkecimpung sebagai peneliti, ia banyak melakukan penelitian ekonomi dan kebijakan pertanian dengan topik manajemen rantai pasok, pengembangan agribisnis, strategi pemasaran, dan pengembangan wilayah/pertanian.

Oleh para koleganya, Boga dikenal sebagai seorang peneliti yang sangat teliti, tekun dan komplit dalam mengumpulkan data dan informasi terkait risetnya atau bidang yang ia minati. Menurutnya, hal itu terkait dengan kebutuhan informasi yang akurat dan cepat, dan saat ini dalam membangun citra institusi yang baik, sangat penting memberikan informasi dengan jelas, komplit, dan benar. Dengan demikian, apa yang dikerjakan oleh pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh pemangku kepentingan dan rakyat banyak.

Selama bekerja baik sebagai fungsional peneliti ataupun jabatan struktural sampai saat ini sebagai Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Boga mengungkapkan, dalam bekerja, ia tidak terlalu memikirkan masalah jabatan, materi dan pujian, namun bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan institusi, bangsa dan negara. Niatnya bagaimana program  dan tugas yang diberikan institusi kepadanya bisa terselesaikan dengan baik.
Dalam kerjanya, Boga mengutamakan kerja tim. Bahkan Boga mengaku, jarang memutuskan sendiri sebuah kebijakan penting, namun ingin mendengar dulu pendapat sekeliling, termasuk para staf dan pengalaman senior. Menurutnya ini penting dalam memajukan sebuah tim yang dinamis dan memiliki kemampuan menghadapai tantangan yang dihadapi.

Tinggalkan Komentar