Dari Laut untuk Kesejahteraan dan Keberlanjutan
Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc adalah seorang tokoh terkemuka dalam bidang konservasi laut dan manajemen ekowisata. Sebagai Guru Besar IPB University, ia juga saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University untuk periode 2021-2025.
Prof. Fredinan merupakan alumni FPIK angkatan 1982, dan dedikasinya terhadap dunia kelautan serta kontribusinya bagi pengembangan sumber daya laut Indonesia telah menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Dengan luas lautan mencapai 5,8 juta km² dan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana memanfaatkan potensi tersebut secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.
Menurut Prof. Fredinan, kelestarian sumber daya ikan di Indonesia semakin terancam. Ia menyoroti pentingnya pemeliharaan lingkungan laut, pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, serta perlindungan ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang.
Prof. Fredinan menegaskan bahwa keberpihakan pada nelayan kecil melalui kebijakan yang tepat sangat krusial untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kebijakan tersebut harus mencakup akses yang lebih baik terhadap penangkapan ikan, harga, dan pasar.
Sebagai dekan FPIK, Prof. Fredinan juga berperan aktif dalam kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan sumber daya kelautan dan perikanan. Pada 2022, ia menjadi pembicara utama di Pertemuan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) di Ternate.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut berbasis konservasi. Baginya, pengelolaan sumber daya yang bijak harus diiringi oleh data yang akurat serta sistem manajemen yang kuat.
Tak hanya di tingkat nasional, Prof. Fredinan juga aktif dalam kerjasama internasional. Pada 2024, FPIK IPB menjalin kemitraan strategis dengan Regal Springs Indonesia untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan terpadu dan memperkenalkan konsep Blue Food Movement. Inisiatif ini diharapkan mampu mencegah stunting dan malnutrisi di Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain perannya sebagai akademisi dan pemimpin, Prof. Fredinan juga merupakan penulis yang produktif. Pada 2019, ia meluncurkan buku berjudul "Ekowisata Perairan: Suatu Konsep Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Bahari dan Wisata Air Tawar".
Buku ini membahas konsep ekowisata berbasis lingkungan, yang memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk kegiatan wisata tanpa merusak kelestarian ekosistem. Karya ini menjadi salah satu referensi penting bagi pengembangan kebijakan di bidang wisata perairan di Indonesia.
Dedikasi Prof. Fredinan terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan tidak diragukan lagi. Pada 2023, ia memimpin kesepakatan kerja sama antara IPB University dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam pembangunan dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sektor maritim.
**