Betty Epsilon Idroos

Lulusan IPB, Jadi Perempuan Pertama Yang Pimpin KPU DKI Jakarta

Betty Epsilon Idroos lahir di Medan, 22 Maret 1979. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang tumbuh besar di lingkungan keluarga sederhana dan juga pekerja keras. Sejak di bangku sekolah, Betty diajarkan untuk hidup mandiri dan sering membantu mengantar dagangan ke warung ayahnya. Walaupun saat itu ayahnya masih menjadi pegawai negeri sipil (PNS), membuka warung adalah upaya untuk menambah biaya kebutuhan keluarga.

Dengan didikan orang tua dan usahanya, Betty bisa masuk sekolah SD favorit di Medan. Ia berhasil menjadi murid berprestasi dengan Nilai Ebtanas Murni (NEM) tertinggi di SD-nya. Selama menempuh pendidikannya di bangku sekolah, ia selalu mendapatkan hasil yang baik. Terbukti saat lulus dari SMA Negeri di Medan, ia berhasil masuk IPB University jurusan sosial-ekonomi dengan jalur undangan PMDK.

Selama perjalanan di dunia perkuliahan, pada tahun 1999, Betty yang juga aktif di organisasi. Ia mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu anggota sukarelawan  UNFREL, yakni lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengawasi Pemilu 1999 di daerah Jasinga, Kabupaten Bogor.

Ternyata wanita 42 tahun ini pernah konsen pada isu kesetaraan gander dan Hak Asasi Manusia (HAM) dan bergabung dengan Demos (Indonesian Centre for Democracy and Human Rights) pada tahun 2002.

Dengan tekadnya yang besar dalam dunia pendidikan dan usaha yang ia lakukan, Betty melanjutkan studi Magister-nya di jurusan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Tidak hanya kuliah, ia juga begerak pada kegiatan-kegiatan lainnya. Dengan beasiswa IIEF Ford Foundation, dia bisa bergabung pada Voter Education Program yang mana kegiatan tingkat nasional ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa dalam menghadapi pemilu 2004. 

Aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, tidak membuat Betty lupa akan keinginannya untuk berkeluarga. Pada tahun 2006, ia memutuskan untuk menikah dengan lelaki pilihannya. Dan ternyata, di tahun yang sama, sebagai asisten peneliti, ia diharuskan menunda kuliahnya sementara. Karena ia  harus berangkat ke Aceh untuk bergabung dengan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerapan Ekonomi dan Sosial).

Tahun 2008 adalah tahun dimana ia lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Magister. Setelah lulus, ia menjadi lebih aktif dalam mengikuti kongres dan program-program terkait pemilu. Tahun 2010, tahun yang membanggakan untuk Betty. Pada saat itu, ia diundang oleh Kementrian Luar Negeri AS untuk melihat proses pemilu di beberapa negara bagian.

Setelah mempelajari dari berbagai sumber dan negara lainnya, pengetahuan dan bekal yang Betty miliki soal dunia politik dan juga pemilu tentunya sudah semakin banyak dan tajam, sehingga ia memberanikan diri untuk bisa bergabung dengan KPU DKI. Ia mengawali kariernya sebagai anggota Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat. Ia berperan untuk memberikan informasi terkait pemilu tingkat provinsi.

Meski dunia politik didominasi oleh kaum pria, tidak membuat ia gentar untuk tetap maju. Ia membuktikan bahwa seorang wanita juga bisa bergerak di dunia pemilu dan perpolitikan, khususnya di Indonesia.

Dengan segala usaha dan kerja kerasnya, pada 24 Mei 2018 menjadi hari bersejarah untuk Betty. Ia berhasil menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta periode 2018-2023.

Ia sangat menyadari bahwa menjadi ketua KPU bukan pekerjaan yang mudah, ia memiliki tantangan yang cukup besar. Dari kesenjangan gender, hingga praktik korupsi nepotisme yang tidak asing terdengar di kancah politik.

Dengan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya, mengingat ia perempuan pertama yang terpilih sebagai Ketua KPU DKI. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan dobrakan perubahan baru untuk bisa menerapkan kebenaran dan keadilan seadil-adilnya melalui profesinya sebagai Ketua KPU dan juga peran seorang ibu.

“Jangan kau berani mengambil sesuatu yang bukan hak kamu, meski itu hanya 25 peser sekalipun”. Dengan memegang teguh prinsip yang diajarkan oleh ayahnya itu, ia percaya bisa memberikan perubahan yang lebih baik lagi di dunia politik ini.(*)

Tinggalkan Komentar